Ragangan
Ragangan ( outline ) : Suatu rencana kerja yang teratur untuk mendeskripsikan penggambaran dan penyusunan gagasan / pokok pikiran dalam tahap prapenulisan suatu karangan ilmiah. Istilah lainnya adalah : kerangka karangan.
Syarat-syarat ragangan :
1. Tesis dan pernyataan maksud sudah jelas dan benar.
2. Data sudah terkumpul.
3. Tiap unit dalam ragangan mempunyai satu gagasan.
4. Pokok-pokok ragangan disusun secara logis.
Secara logis :
a. unit pokok terperinci secara maksimal
b. tiap rincian ada kaitannya dengan unit atasan langsung, dan
c. urutan rincian baik dan teratur.
5. Pasangan simbol disusun secara taat asas ( konsisten ) dengan menggunakan sistem :
a. Sistem lekuk,
b. Sistem lurus,
c. Sistem gabungan.
a. Sistem lurus
2. ………………. II. ……………….
1.1 ………………. II.1 ……………….
1.2 ………………. II.2 ……………….
1.2.1 ………………. II.2.1 ……………….
1.2.2 ……………….
3. ………………. III. ……………….
3.1 ………………. III.1 ……………….
3.2 ………………. III.2 ……………….
b. Sistem Gabungan
II. ……………….
II.A ……………….
II.A.1 ……………….
II.A.2 ……………….
II.A.3 ……………….
II.B ……………….
II.B.1 ……………….
II.B.2 ……………….
Penyusunan Ragangan :
Hal-hal yang harus diperhatikan :
1. Perumusan tesis dengan pengungkapan maksud dengan jelas dan benar.
2. Penginventarisasian topik ke dalam subtopik secara maksimal.
3. Pengevaluasian semua topik ke dalam tahapan :
a. Semua bab topik relevan dengan topik,
b. Jangan ada dua topik yang sama, dan
c. Semua topik dan sub topik sudah paralel.
4. Tahapan ( 3a ) dan ( 3b ) dilakukan secara berulang untuk mendapatkan subtopik yang terinci maksimal.
5. Penetapan pola susun ragangan yang tepat :
pola alamiah atau pola logis.
6. Sadarilah ragangan tidak sekali buat.
7. Susunan yang diutamakan adalah bab isi karangan.
• Pola alamiah : didasarkan atas urutan kejadian seperti urutan waktu ( kronologis ), urutan ruang ( spasial ), dan topik yang ada.
• Pola logis : dititikberatkan pada jalan pikiran manusia yang menghadapi masalah-masalah yang digarap seperti urutan klimaks, kausal, deduksi, familiariatas, ( dari urutan yang dikenal dan berangsur ke arah kurang dikenal ) dan akseptabilitas ( mirip familiaritas tetapi menekankan gagasan yang diterima pembaca atau tidak ).
Manfaat Ragangan
1. Tidak mengolah ide sampai dua kali sehinga tidak keluar dari sasaran karangan;
2. menciptakan klimaks yang tidak sama sehingga ada variasi dalam penyajian materi karangan;
3. mengingatkan penulis pada bahan / materi pembantu ( dapat berupa kartu-kartu data dari hasil penelitian );
4. membaca ulang karangan itu dapat menimbulkan / menciptakan reproduksi yang sama dari pembaca;
5. dapat dilihat dengan jelas wujud, ide, nilai umum, dan spesifikasi karangan;
6. berarti setengah karangan selesai atau merupakan tahap akhir dari penulisan.
* Tahap Penyusuan Ragangan
1. Penetapan topik, tujuan, dan tesis.
2. Inventarisasi topik utama dari tesis.
3. Evaluasi semua topik ( kecil ) yang terinci ( dari tahap kedua ).
4. Perumusan tesisi kembali dengan sempurna (mungkin ada perubahan tahap ketiga ).
5. Penyusunan ragangan sementara ( draf ragangan ).
6. Perumusan tesis akhir dengan sempurna.
7. Penyusuan ragangan formal ( dapat berupa ragangan topik atau ragangan kalimat ) yang siap pakai.
Selasa, 06 April 2010
ragam sosial dan ragam fungsional
Ragam sosial yaitu: ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam masyarakat.
Ragam fungsional yaitu: ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja, atau kegiatan tertentu lainnya.
Perhatikan contoh-contoh berikut:
Ragam Kedokteran
Ada empat hal yang membuat seorang dewasa dapat kehilangan daya penglihatannya. Yang pertama kelainan di kornea, lalu kelainan lensa, kelainan di retina, dan terakhir di pusat saraf pengolah data yang datang dari mata. Kelainan kornea dapat diatasi dengan transplatasi kornea yang dilakukan di Indonesia sudah banyak dilakukan. Demikian pula kelainan lensa. Katarak misalnya, sudah bukan hal sulit lagi mengindikasi adanya gangguan fungsi di bagian otak.
Ragam Hukum
Langkah polisi itu dilakukan karena penyidik kesulitan
membuktikan kasus yang menyeret tersangka bekas Kepala Urusan Logistik Beddu Amang itu. Gelar perkara itu untuk mencari kesimpulan menyangkut penyelesaian tersebut. Skandal ini terjadi ketika Beddu Amang menjabat Kepala Bulog pada tahun 1997. Ada kebijakan pemerintah soal pengadaan subsidi pakan ternak bagi peternak dengan mengimpor bungkil kedelai melalui Letter of Credit(L/C) import.
Ragam Niaga
Untuk memproduksi roti dan kue, Sukartiningsih kini memiliki mixer yang berukuran besar dan sepuluh oven. Untuk memenuhi pesanan setiap hari Marina membutuhkan sedikitnya 1 kwintal telur ayam, gula pasir, mentega, moka, dan tepung. Dalam sebulan, omzetnya mencapai lebih dari Rp 100 juta.
Ragam Agama
Dalam Al-Quran dijelaskan pengelompokan ajaran Islam secara garis besar adalah akidah, syariah, dan akhlak. Ajaran Islam merupakan landasan yang mendasari seluruh aktivitas kehidupan Islami. Sistem keyakinan dalam ajaran Islam dibangun dalam enam landasan yang disebut rukun iman. Syariah adalah peraturan yang diberikan Allah SWT untuk mengatur berbagai aspek kehidupan manusia. Akhlak dalam Islam merupakan manifestasi dari akidah dan syariah yang bersifat sakral, absolut, imperatif, akurat, universal, dan memiliki makna ukhrowi.
Ragam fungsional yaitu: ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja, atau kegiatan tertentu lainnya.
Perhatikan contoh-contoh berikut:
Ragam Kedokteran
Ada empat hal yang membuat seorang dewasa dapat kehilangan daya penglihatannya. Yang pertama kelainan di kornea, lalu kelainan lensa, kelainan di retina, dan terakhir di pusat saraf pengolah data yang datang dari mata. Kelainan kornea dapat diatasi dengan transplatasi kornea yang dilakukan di Indonesia sudah banyak dilakukan. Demikian pula kelainan lensa. Katarak misalnya, sudah bukan hal sulit lagi mengindikasi adanya gangguan fungsi di bagian otak.
Ragam Hukum
Langkah polisi itu dilakukan karena penyidik kesulitan
membuktikan kasus yang menyeret tersangka bekas Kepala Urusan Logistik Beddu Amang itu. Gelar perkara itu untuk mencari kesimpulan menyangkut penyelesaian tersebut. Skandal ini terjadi ketika Beddu Amang menjabat Kepala Bulog pada tahun 1997. Ada kebijakan pemerintah soal pengadaan subsidi pakan ternak bagi peternak dengan mengimpor bungkil kedelai melalui Letter of Credit(L/C) import.
Ragam Niaga
Untuk memproduksi roti dan kue, Sukartiningsih kini memiliki mixer yang berukuran besar dan sepuluh oven. Untuk memenuhi pesanan setiap hari Marina membutuhkan sedikitnya 1 kwintal telur ayam, gula pasir, mentega, moka, dan tepung. Dalam sebulan, omzetnya mencapai lebih dari Rp 100 juta.
Ragam Agama
Dalam Al-Quran dijelaskan pengelompokan ajaran Islam secara garis besar adalah akidah, syariah, dan akhlak. Ajaran Islam merupakan landasan yang mendasari seluruh aktivitas kehidupan Islami. Sistem keyakinan dalam ajaran Islam dibangun dalam enam landasan yang disebut rukun iman. Syariah adalah peraturan yang diberikan Allah SWT untuk mengatur berbagai aspek kehidupan manusia. Akhlak dalam Islam merupakan manifestasi dari akidah dan syariah yang bersifat sakral, absolut, imperatif, akurat, universal, dan memiliki makna ukhrowi.
ragam dan fungsi bahasa indonesia
KEDUDUKAN dan FUNGSI BAHASA INDONESIA
Sejak diikrarkan Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dimungkinkan oleh kenyataan bahwa bahasa Melayu yang mendasari bahasa Indonesia telah dipakai sebagai bahasa lingua franca.
Selain itu, bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dituangkan dalam Pasal 36 UUD 1945.
FUNGSI BAHASA INDONESIA sebagai BAHASA NASIONAL
1. Lambang kebanggaan nasional
2. Lambang identitas nasional
3. Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial budaya dan bahasanya
4. Alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah
FUNGSI BAHASA INDONESIA segabai BAHASA NEGARA:
1. Bahasa pengantar resmi kenegaraan
2. Bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan.
3. Bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan.
4. Bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.
Sejak diikrarkan Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dimungkinkan oleh kenyataan bahwa bahasa Melayu yang mendasari bahasa Indonesia telah dipakai sebagai bahasa lingua franca.
Selain itu, bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dituangkan dalam Pasal 36 UUD 1945.
FUNGSI BAHASA INDONESIA sebagai BAHASA NASIONAL
1. Lambang kebanggaan nasional
2. Lambang identitas nasional
3. Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial budaya dan bahasanya
4. Alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah
FUNGSI BAHASA INDONESIA segabai BAHASA NEGARA:
1. Bahasa pengantar resmi kenegaraan
2. Bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan.
3. Bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan.
4. Bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.
ragam baku
RAGAM BAKU (BAHASA STANDAR)
SIFAT-SIFATNYA:
1. Kemantapan dinamis
2. Sifat kecendekiaan
3. Penyeragaman kaidah
FUNGSI BAHASA BAKU
1. Pemersatu
2. Pemberi kekhasan
3. Pembawa kewibawaan
4. Kerangka acuan
BAHASA yang BAIK bertolak dari:
1. Pilihan kata sesuai dengan topik yang dibicarakan.
2. Penyampaian itu bertujuan atau bersasaran yang jelas.
3. Serasi dengan bahasa orang yang diajak bicara atau orang yang membaca.
4. Berada dalam situasi yang sebenarnya.
5. Dapat berterima secara logis baik dari kebahasaan maupun segi kata nilai masyarakatnya.
BAHASA yang BENAR bertolak dari:
1. Fonologi yaitu lafal bahasa Indonesia.
2. Tata bahasa dalam hal bentukan kata dan kalimat.
3. Kosa kata yang tepat
4. Kaidah ejaan dan pungtuasi yang sudah ditetapkan.
5. Makna leksikal dan gramatikal.
SIFAT-SIFATNYA:
1. Kemantapan dinamis
2. Sifat kecendekiaan
3. Penyeragaman kaidah
FUNGSI BAHASA BAKU
1. Pemersatu
2. Pemberi kekhasan
3. Pembawa kewibawaan
4. Kerangka acuan
BAHASA yang BAIK bertolak dari:
1. Pilihan kata sesuai dengan topik yang dibicarakan.
2. Penyampaian itu bertujuan atau bersasaran yang jelas.
3. Serasi dengan bahasa orang yang diajak bicara atau orang yang membaca.
4. Berada dalam situasi yang sebenarnya.
5. Dapat berterima secara logis baik dari kebahasaan maupun segi kata nilai masyarakatnya.
BAHASA yang BENAR bertolak dari:
1. Fonologi yaitu lafal bahasa Indonesia.
2. Tata bahasa dalam hal bentukan kata dan kalimat.
3. Kosa kata yang tepat
4. Kaidah ejaan dan pungtuasi yang sudah ditetapkan.
5. Makna leksikal dan gramatikal.
Pengembangan paragraf
Pengembangan paragraf
Pengembangan paragraf : rincian gagasan utama paragraf kalimat-kalimat penjelas.
Pengembangan paragraf mencakup dua hal yaitu :
1. perincian utama paragraf secara maksimal ke dalam gagasan bawahan atau kalimat-kalimat penjelas dan,
2. penyusunan gagasan bawahan atau kalimat penjelas tadi ke dalam urutan yang teratur dan logis.
• Pengembangan paragraf itu dapat dilakukan dengan menggunakan :
1. Metode Contoh ;
2. Metode Analogi ;
3. Metode Klimaks Antiklimaks ;
4. Metode Perbandingan Dan Pertentangan ;
5. Metode Klasifikasi ;
6. Metode Kausal ;
7. Metode Proses ;
8. Metode Definisi ;
9. Metode Deduksi ;
10. Metode Induksi.
1). Metode contoh dipergunakan untuk menjelaskan gagasan utama paragraf dengan kalimat-kalimat penjelas.
Kalimat penjelas yang berupa contoh :
a. contoh-contoh spesifik,
b. contoh-contoh seperlunya untuk menunjang suatu kesimpulan,
c. contoh yang ada hubungan langsung dengan gagasan utama paragraf.
Sebelas tahun yang lalu di Indonesia mengimporkan gerbong - gerbong kereta api dari Perancis. Rupanya cukup mentereng, dan sebagian dilengkapi dengan alat-alat Air Conditioning. Manakah sekarang gerbong - gerbong itu ? sudah rusak dalam keadaan tak terpelihara, patut dipakai pada trayek-trayek tingkat 3 saja guna mengangkut anak - anak sekolah dan kaum petani dari pedusunan ke kota.
Sebuah contoh sama sekali tidak berfungsi untuk membuktikan pendapat seseorang, tetapi dipakai sekedar untuk menjelaskan maksud penulis.
2). Metode Analogi
Pengembangan paragraf model ini diperlukan untuk membandingkan suatu yang sudah dikenal umum dengan gagasan yang belum dikenal umum.
Contoh :
Pengembangan teknologi sungguh menakjubkan. Kehebatannya menandingi kesaktian para satria dan dewa dalam cerita wayang. Kereta-kereta tanpa kuda, tanpa kerbau. Jakarta – Surabaya telah dapat ditempuh dalam satu hari. Deretan kerbau yang panjang penuh barang dan orang hanya ditarik dengan kekuatan air semata. Jaringan kereta api, telah membelah-belah pulauku, asap yang mewarnai tanah airku, dengan garis hitam semakin pudar untuk hilang ke dalam ketiadaan. Dunia rasanya tidak berjarak lagi, telah dihilangkan dengan kawat. Kekuatan bukan lagi monopoli gajah dan badak tetapi telah diganti dengan benda-benda kecil buatan manusia.
3). Metode klimaks - antiklimaks
a. Contoh metode klimaks
Dalam pengembangan komoditas kopi terlihat berbagai instansi yang menangani kegiatan produksi pengolahan, dan pemasaran. Pelbagai kegiatan pembinaan dalam pengembangan komoditi kopi harus didasarkan pada suatu kebijaksanaan komoditas yang konsisten dan terpadu. Kebijaksanaan produksi, pengolahan lahan, dan pemasaran-pemasaran itu harus secara konsisten dan terpadu membina peranan komoditas kopi dalam pembangunan nasional. Demikian pula untuk komoditas pertanian yang lain. Inilah yang disebut kebijaksanaan komoditas terpadu secara vertikal.
b. Contoh Antiklimaks
Studi mengenai pembangunan di pedesaan Indonesia dari dimensi administrasi pembangunan pada hakekatnya memerlukan studi mengenai tiga perspektif. Pertama, kita memusatkan perhatian pada keadaan sumber-sumber yang utama di sekeliling mana penduduk pedesaan harus mengorganisasi eksistensinya, khususnya ciri - ciri yang terkait dengan masalah-masalah yang berskala nasional. Kedua, sebaiknya kita mengenal faktor-faktor sosial dan ekonomi yang menstrukturkan sifat interaksi diantara penduduk pedesaan, baik selaku pribadi maupun selaku anggota dari kesatuan sosial yang berbeda. Ketiga, kita memberi perhatian kepada pemerintah ( birokrasi ) baik sebagai pencerminan dari perspektif yang pertama maupun selaku pelopor perubahan.
4). Metode Perbandingan Pertentangan.
Sesuatu yang akan diperbandingkan perlu diperhatikan untuk melihat segi kesamaan dan segi pertentangan.
Contoh :
Kata keadilan yang dikeluarkan jaksa penuntut umum terhadap seorang terdakwa yang tidak bersalah atau kata keadilan yang dikeluarkan seorang hakim yang menyatakan sesuai dengan kehendak penguasa atau karena telah menerima suap terlebih dahulu tentulah berbeda maknanya dari kata keadilan bagi yang terdakwa yang dijatuhi hukuman, sedangkan dia sama sekali tidak bersalah.
5). Metode Klasifikasi
Menjelaskan bagaimana suatu gagasan ( pokok ) menjadi anggota dari kelas yang lebih besar.
Contoh :
Tiap tahun industri mobil di seluruh dunia menghasilkan suatu peredaran model yang berbeda-beda, direncanakan untuk melihat berbagai umur, selera, dan kantong. Bagi orang-orang yang membutuhkan pengangkutan yang terpercaya dengan biaya pemakaian yang minimum, tersedia pilihan yang luas atas mobil-mobil kecil atau sedang. Yang berjarak tempuh jauh dengan bensin yang irit. Bagi kaum muda yang menginginkan model yang terakhir tersedia pilihan yang luas atas mobil - mobil sport, dan spesial. Bagi orang “bersifat muda”, orang setengah baya, kaum menengah yang menginginkan prestise digabungkan dengan gaya, ukuran, dan keenakan tersedia secara luas mobil - mobil besar lembut, lengkap dengan semua peralatan tambahan.
Akhirnya, bagi orang-orang yang benar - benar hanya tersedia kelas mobil pilihan yang tidak mewah, dibuat menurut selera langganan yang tidak mudah puas. Atas dasar keempat kategori ini saja, dapatlah dikatakan bahwa industri mobil memperagakan slogan para pedagang mobil : “ Bayarlah dan ambilah pilihan anda”.
6) Metode Kausal
Artinya : sebab dapat berfungsi sebagai gagasan paragraf dan akibat sebagai kalimat penjelas. Atau sebaliknya, akibat dapat berfungsi sebagai gagasan paragraf dan akibat sebagai kalimat penjelas.
Metode ini dapat :
1. menentukan dengan jalan hubungan sebab akibat,
2. membedakan sebab sebenarnya dari hal-hal yang sesuai untuk menghasilkan suatu efek.
Contoh :
Jalan Kebun Jati akhir - akhir ini kembali macet dan semrawut, lebih dari separoh jalan kendaraan kembali tersita oleh kegiatan pedagang kaki lima.. Untuk mengatasinya, pemerintah akan memasang pagar pemisah antara jalan kendaraan dengan trotoar. Pagar ini juga berfungsi sebagi batas pemasangan tenda pedagang kaki lima tempat mereka diizinkan berdagang. Pemasangan pagar ini terpaksa dilakukan mengingat pelanggaran pedagang kaki lima di lokasi itu sudah sangat keterlaluan sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.
7). Metode Proses
Menjelaskan fungsi pokok / gagasan paragraf. Dalam pengembangan paragaraf ini yang perlu diperhatikan :
1. Penentuan tahap dasar suatu rangkaian.
2. Penjelasan sedetail mungkin sesuai dengan keperluan - keperluan setiap tahap dalam kaitan. Pengembangan paragraf ini bersifat deskriptif dan bukan argumentatif.
Contoh :
Pembekalan air yang aman merupakan pembiayaan tenaga manusia dan pendapatan di kota-kota modern. Pemurnian air pada dasarnya merupakan proses dua tahap atau tiga tahap yang dilakukan di bawah pengawasan yang ketat oleh ahli-ahli kesehatan dan insinyur. Sebagai langkah pertama air alamiah dari sumber yang paling sedikit keraknya disimpan dalam suatu waduk ( reservoir ) besar, sehingga kebanyakan lumpur, tanah liat, dan pasir terbuang ini disebut pengendapan ( sendimentasi ). Sering dalam air dengan kadar lumpur yang tinggi kapur dan alumunium hidroksida, yang dengan perlakuan-perlakuan membawa bahan-bahan yang masih tersisa, termasuk bakteri - bakteri ke dalam reservoir.
8). Metode Definisi :
Menjelaskan hakekat gagasan paragraf.
Hal yang perlu diperhatikan dalam metode ini :
1. Penempatan pokok dalam kelas umum lalu menjelaskan perbedaannya dengan anggota kelas lainnya;
2. penentuan ciri khas konsep tersebut;
3. pemberian definisi terbatas tentang istilah atau konsep itu sesuai dengan keperluan.
Pada dasarnya, paragraf dengan metode ini terdapat pada awal karangan, atau awal bab yang lebih panjang guna menjelaskan konsep umum paragraf.
Contoh :
Yang dimaksud dengan bahasa pengantar dalam karangan ini adalah bahasa yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar oleh guru dan murid di sekolah. Sesuai dengan tujuan mengajar di sekolah dasar ( SD ), bahasa pengantar dipergunakan untuk menerangkan dan mengekspresikan serta memahami dan menghayati bahasa pelajaran, agar murid dapat mencapai tujuan pendidikan, yang memilki pengetahuan, terampil, dan memiliki nilai dan sikap yang ditentukan dalam kurikulum. Dalam kegiatan - kegiatan itu bahasa pengantar digunakan baik lisan maupun tulisan.
9). Metode Deduksi
Menyajikan pernyataan umum sebagai gagasan dan pernyataan khusus atau kalimat penjelas terlebih dahulu kemudian diakhiri dengan kenyataan umum adalah induksi. Cara deduksi ini menempatkan gagasan utama pada awal paragraf, kemudian diikuti dengan rincian - rincian yang berupa kalimat - kalimat penjelas.
Contoh :
Salah satu kedudukan bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa nasional. Kedudukan ini dimiliki sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. kedudukan ini dimungkinkan oleh kenyataan bahasa Melayu yang mendasari bahasa Indonesia telah menjadi lingua franca selama berabad - abad di seluruh tanah air kita. Hal ini ditunjang oleh faktor tidak terjadinya “persaingan bahasa”, maksudnya persaingan bahasa daerah dengan bahasa lainnya untuk mencapai kedudukan sebagai bahasa nasional ( Akhadiah, 1984 : 21 ).
Pengembangan paragraf : rincian gagasan utama paragraf kalimat-kalimat penjelas.
Pengembangan paragraf mencakup dua hal yaitu :
1. perincian utama paragraf secara maksimal ke dalam gagasan bawahan atau kalimat-kalimat penjelas dan,
2. penyusunan gagasan bawahan atau kalimat penjelas tadi ke dalam urutan yang teratur dan logis.
• Pengembangan paragraf itu dapat dilakukan dengan menggunakan :
1. Metode Contoh ;
2. Metode Analogi ;
3. Metode Klimaks Antiklimaks ;
4. Metode Perbandingan Dan Pertentangan ;
5. Metode Klasifikasi ;
6. Metode Kausal ;
7. Metode Proses ;
8. Metode Definisi ;
9. Metode Deduksi ;
10. Metode Induksi.
1). Metode contoh dipergunakan untuk menjelaskan gagasan utama paragraf dengan kalimat-kalimat penjelas.
Kalimat penjelas yang berupa contoh :
a. contoh-contoh spesifik,
b. contoh-contoh seperlunya untuk menunjang suatu kesimpulan,
c. contoh yang ada hubungan langsung dengan gagasan utama paragraf.
Sebelas tahun yang lalu di Indonesia mengimporkan gerbong - gerbong kereta api dari Perancis. Rupanya cukup mentereng, dan sebagian dilengkapi dengan alat-alat Air Conditioning. Manakah sekarang gerbong - gerbong itu ? sudah rusak dalam keadaan tak terpelihara, patut dipakai pada trayek-trayek tingkat 3 saja guna mengangkut anak - anak sekolah dan kaum petani dari pedusunan ke kota.
Sebuah contoh sama sekali tidak berfungsi untuk membuktikan pendapat seseorang, tetapi dipakai sekedar untuk menjelaskan maksud penulis.
2). Metode Analogi
Pengembangan paragraf model ini diperlukan untuk membandingkan suatu yang sudah dikenal umum dengan gagasan yang belum dikenal umum.
Contoh :
Pengembangan teknologi sungguh menakjubkan. Kehebatannya menandingi kesaktian para satria dan dewa dalam cerita wayang. Kereta-kereta tanpa kuda, tanpa kerbau. Jakarta – Surabaya telah dapat ditempuh dalam satu hari. Deretan kerbau yang panjang penuh barang dan orang hanya ditarik dengan kekuatan air semata. Jaringan kereta api, telah membelah-belah pulauku, asap yang mewarnai tanah airku, dengan garis hitam semakin pudar untuk hilang ke dalam ketiadaan. Dunia rasanya tidak berjarak lagi, telah dihilangkan dengan kawat. Kekuatan bukan lagi monopoli gajah dan badak tetapi telah diganti dengan benda-benda kecil buatan manusia.
3). Metode klimaks - antiklimaks
a. Contoh metode klimaks
Dalam pengembangan komoditas kopi terlihat berbagai instansi yang menangani kegiatan produksi pengolahan, dan pemasaran. Pelbagai kegiatan pembinaan dalam pengembangan komoditi kopi harus didasarkan pada suatu kebijaksanaan komoditas yang konsisten dan terpadu. Kebijaksanaan produksi, pengolahan lahan, dan pemasaran-pemasaran itu harus secara konsisten dan terpadu membina peranan komoditas kopi dalam pembangunan nasional. Demikian pula untuk komoditas pertanian yang lain. Inilah yang disebut kebijaksanaan komoditas terpadu secara vertikal.
b. Contoh Antiklimaks
Studi mengenai pembangunan di pedesaan Indonesia dari dimensi administrasi pembangunan pada hakekatnya memerlukan studi mengenai tiga perspektif. Pertama, kita memusatkan perhatian pada keadaan sumber-sumber yang utama di sekeliling mana penduduk pedesaan harus mengorganisasi eksistensinya, khususnya ciri - ciri yang terkait dengan masalah-masalah yang berskala nasional. Kedua, sebaiknya kita mengenal faktor-faktor sosial dan ekonomi yang menstrukturkan sifat interaksi diantara penduduk pedesaan, baik selaku pribadi maupun selaku anggota dari kesatuan sosial yang berbeda. Ketiga, kita memberi perhatian kepada pemerintah ( birokrasi ) baik sebagai pencerminan dari perspektif yang pertama maupun selaku pelopor perubahan.
4). Metode Perbandingan Pertentangan.
Sesuatu yang akan diperbandingkan perlu diperhatikan untuk melihat segi kesamaan dan segi pertentangan.
Contoh :
Kata keadilan yang dikeluarkan jaksa penuntut umum terhadap seorang terdakwa yang tidak bersalah atau kata keadilan yang dikeluarkan seorang hakim yang menyatakan sesuai dengan kehendak penguasa atau karena telah menerima suap terlebih dahulu tentulah berbeda maknanya dari kata keadilan bagi yang terdakwa yang dijatuhi hukuman, sedangkan dia sama sekali tidak bersalah.
5). Metode Klasifikasi
Menjelaskan bagaimana suatu gagasan ( pokok ) menjadi anggota dari kelas yang lebih besar.
Contoh :
Tiap tahun industri mobil di seluruh dunia menghasilkan suatu peredaran model yang berbeda-beda, direncanakan untuk melihat berbagai umur, selera, dan kantong. Bagi orang-orang yang membutuhkan pengangkutan yang terpercaya dengan biaya pemakaian yang minimum, tersedia pilihan yang luas atas mobil-mobil kecil atau sedang. Yang berjarak tempuh jauh dengan bensin yang irit. Bagi kaum muda yang menginginkan model yang terakhir tersedia pilihan yang luas atas mobil - mobil sport, dan spesial. Bagi orang “bersifat muda”, orang setengah baya, kaum menengah yang menginginkan prestise digabungkan dengan gaya, ukuran, dan keenakan tersedia secara luas mobil - mobil besar lembut, lengkap dengan semua peralatan tambahan.
Akhirnya, bagi orang-orang yang benar - benar hanya tersedia kelas mobil pilihan yang tidak mewah, dibuat menurut selera langganan yang tidak mudah puas. Atas dasar keempat kategori ini saja, dapatlah dikatakan bahwa industri mobil memperagakan slogan para pedagang mobil : “ Bayarlah dan ambilah pilihan anda”.
6) Metode Kausal
Artinya : sebab dapat berfungsi sebagai gagasan paragraf dan akibat sebagai kalimat penjelas. Atau sebaliknya, akibat dapat berfungsi sebagai gagasan paragraf dan akibat sebagai kalimat penjelas.
Metode ini dapat :
1. menentukan dengan jalan hubungan sebab akibat,
2. membedakan sebab sebenarnya dari hal-hal yang sesuai untuk menghasilkan suatu efek.
Contoh :
Jalan Kebun Jati akhir - akhir ini kembali macet dan semrawut, lebih dari separoh jalan kendaraan kembali tersita oleh kegiatan pedagang kaki lima.. Untuk mengatasinya, pemerintah akan memasang pagar pemisah antara jalan kendaraan dengan trotoar. Pagar ini juga berfungsi sebagi batas pemasangan tenda pedagang kaki lima tempat mereka diizinkan berdagang. Pemasangan pagar ini terpaksa dilakukan mengingat pelanggaran pedagang kaki lima di lokasi itu sudah sangat keterlaluan sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.
7). Metode Proses
Menjelaskan fungsi pokok / gagasan paragraf. Dalam pengembangan paragaraf ini yang perlu diperhatikan :
1. Penentuan tahap dasar suatu rangkaian.
2. Penjelasan sedetail mungkin sesuai dengan keperluan - keperluan setiap tahap dalam kaitan. Pengembangan paragraf ini bersifat deskriptif dan bukan argumentatif.
Contoh :
Pembekalan air yang aman merupakan pembiayaan tenaga manusia dan pendapatan di kota-kota modern. Pemurnian air pada dasarnya merupakan proses dua tahap atau tiga tahap yang dilakukan di bawah pengawasan yang ketat oleh ahli-ahli kesehatan dan insinyur. Sebagai langkah pertama air alamiah dari sumber yang paling sedikit keraknya disimpan dalam suatu waduk ( reservoir ) besar, sehingga kebanyakan lumpur, tanah liat, dan pasir terbuang ini disebut pengendapan ( sendimentasi ). Sering dalam air dengan kadar lumpur yang tinggi kapur dan alumunium hidroksida, yang dengan perlakuan-perlakuan membawa bahan-bahan yang masih tersisa, termasuk bakteri - bakteri ke dalam reservoir.
8). Metode Definisi :
Menjelaskan hakekat gagasan paragraf.
Hal yang perlu diperhatikan dalam metode ini :
1. Penempatan pokok dalam kelas umum lalu menjelaskan perbedaannya dengan anggota kelas lainnya;
2. penentuan ciri khas konsep tersebut;
3. pemberian definisi terbatas tentang istilah atau konsep itu sesuai dengan keperluan.
Pada dasarnya, paragraf dengan metode ini terdapat pada awal karangan, atau awal bab yang lebih panjang guna menjelaskan konsep umum paragraf.
Contoh :
Yang dimaksud dengan bahasa pengantar dalam karangan ini adalah bahasa yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar oleh guru dan murid di sekolah. Sesuai dengan tujuan mengajar di sekolah dasar ( SD ), bahasa pengantar dipergunakan untuk menerangkan dan mengekspresikan serta memahami dan menghayati bahasa pelajaran, agar murid dapat mencapai tujuan pendidikan, yang memilki pengetahuan, terampil, dan memiliki nilai dan sikap yang ditentukan dalam kurikulum. Dalam kegiatan - kegiatan itu bahasa pengantar digunakan baik lisan maupun tulisan.
9). Metode Deduksi
Menyajikan pernyataan umum sebagai gagasan dan pernyataan khusus atau kalimat penjelas terlebih dahulu kemudian diakhiri dengan kenyataan umum adalah induksi. Cara deduksi ini menempatkan gagasan utama pada awal paragraf, kemudian diikuti dengan rincian - rincian yang berupa kalimat - kalimat penjelas.
Contoh :
Salah satu kedudukan bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa nasional. Kedudukan ini dimiliki sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. kedudukan ini dimungkinkan oleh kenyataan bahasa Melayu yang mendasari bahasa Indonesia telah menjadi lingua franca selama berabad - abad di seluruh tanah air kita. Hal ini ditunjang oleh faktor tidak terjadinya “persaingan bahasa”, maksudnya persaingan bahasa daerah dengan bahasa lainnya untuk mencapai kedudukan sebagai bahasa nasional ( Akhadiah, 1984 : 21 ).
Paragraf
PARAGRAF
Paragraf adalah : satuan bahasa yang mengungkapkan sebuah gagasan
utama atau sebuah pokok pikiran.
Paragraf tersebut disebut juga alinea, perenggan, atau baris baru.
Contoh : Guru adalah orang yang terpelajar. Ia harus tahu lebih banyak daripada murid-muridnya. Namun, ia juga sadar bahwa ia tidak mengetahui semua perkara. Ia juga perlu sadar bahwa dirinya sebenarnya adalah pelajar. Guru merupakan teladan bagi murid-muridnya, tetapi ia juga melakukan kesalahan. Ia manusia biasa. Seharusnya objektif, tetapi hubungan hubungan guru dengan murid begitu dekat acapkali sukar untuk bersikap objektif.
Contoh paragraf di atas terdiri atas tujuh kalimat. Semua kalimat benar-benar berkaitan sehinga tidak satu pun kalimat terlepas dari pokok paragraf itu. Jadi, pokok paragraf itu adalah guru atau guru yang terpelajar.
II. Penempatan gagasan / pokok dalam paragraf
Penempatan gagasan utama berdasarkan letaknya : deduksi, induksi, deduksi-induksi, dan di seluruh paragraf.
A.Gagasan utama pada awal paragraf
Gagasan pada awal Paragraf ditempatkan pada kalimat pertama atau kalimat kedua dari sejumlah kalimat dalam paragraf.
Contoh : (1) Pembiayaan investasi khusus untuk sektor manufaktur nonmigas sebenarnya telah disediakan sejak tahun 1986, yaitu dalam bentuk program EDP ( Export Development Project). (2) Program EDP ini merupakan hasil kerja sama antarpemerintah Indonesia dan Bank Dunia. (3) Sesuai dengan Loan and Project Agreement yang telah ditandatangani program EDP hanya menyediakan dana berupa kredit investasi.(4) Adapun proyek yang dibiayai oleh EDP adalah proyek-proyek yang memproses bahan baku menjadi bahan setengah jadi, atau barang jadi untuk tujuan ekspor. (5) Produk yang dihasilkan minimal 65% untuk ekspor.
Contoh paragraf tersebut dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok pada kalimat utama. Susunan semacam itu bersifat deduktif, yaitu dari yang umum (permasalahan) kepada yang khusus (penjelasan-penjelasan).
B. Gagasan utama pada akhir paragraf
Artinya : gagasan terdapat pada kalimat terakhir (kalimat penutup) paragraf. Penanda kalimat penutup yang berisi gagasan utama itu biasanya dimulai dengan ungkapan penghubung oleh karena itu, jadi, dengan demikian, pendeknya dan sebagainya baru diikuti oleh pokok kalimat. Dengan demikian, paragraf seperti itu lebih
argumentatif karena lebih dahulu mengungkapkan data, fakta, kasus, dan menyusul suatu kesimpulan.
Contoh :
(1) Penelitian Tambo Minangkabau dari sudut sejarah, sebagaimana telah dikemukakan oleh ahli-ahli sejarah tersebut di atas, ternyata tidak cocok karena banyak roman-roman yang tidak terdapat dalam Tambo Minangkabau. (2) Hal ini lebih memungkinkan kita bahwa Tambo Minangkabau memang bukan karya sejarah. (3) Itulah sebabnya tidak tepat ukuran dalam sejarah diterapkan dalam Tambo Minangkabau atau karya lain yang sejenis dengan itu.
Gagasan utama paragraf di atas, terdapat pada kalimat ketiga (terakhir). Salah satu penanda yang dapat dilihat adalah Itulah sebabnya….. Jadi, paragraf ini bersifat induktif, dari yang khusus kepada yang umum.
C.gagasan utama pada awal dan akhir paragraf
Dalam paragraf ini gagasan dikemukakan pada awal paragraf lalu diuraikan atau dijelaskan oleh kalimat berikutnya dan kalimat penutup paragraf merupakan penegasan/pengulangan gagasan. Pengulangan gagasan dalam paragraf di bawah ini menunjukkan bahwa gagasan itu sangat penting sehingga perlu pengulangan.
Contoh :
Pemerintah tahu bahwa rakyat Indonesia sangat memerlukan rumah yang sehat dan kuat. (2) Departemen PUTL telah lama meyelidiki hal ini. (3) Dicarinya bahan rumah yang murah. (4) Agaknya, bahan perlit yang diperoleh batu-batuan gunung berapi sungguh menarik perhatian. (5) Bahan ini tahan api, tahan air, dan tahan suara. (6) Lagipula dapat dicetak menurut kehendak kita. (7) Inilah sebabnya pemerintah berusaha membangun ratusan murah, sehat, dan kuat untuk memenuhi keperluan rakyat.
D. Gagasan utama pada semua kalimat
Kalimat-kalimat dalam paragraf ini sama-sama penting atau sulit menentukan kalimat yang menunjukkan gagasan secara tersirat. Paragraf ini bersifat deskriptif atau naratif.
Contoh paragraf bersifat deskriptif:
Rata-rata potongan orang Gorka tidak tinggi tubuhnya gumpal dan batok kepalanya bundar. Matanya sekilas dengan tampang
Mongoloid yang tidak berbulu. Mereka suka tersenyum ramah dan malas-malasan membuka mulut disaat bicara, kalaupun berkata-kata suaranya lunak dan mirip orang membaca mantra. Mereka lebih suka memainkan kernyit dahi daripada menunjuk. Namun, dia akan menatap mata lawan bicaranya dengan tajam dan penuh curiga apabila ragu-ragu dan belum kenal betul.
Contoh Paragraf bersifat Naratif:
Pagi itu aku duduk di bangku yang panjang di dalam taman di belakang rumah. Matahari belum tinggi benar, baru sepenggalah. Sinar matahari pagi menghangatkan badanku. Di depanku bermekaran bunga beraneka warna. Angin pegunungan membelai wajahku, membawa harum bunga.
Kuhirup hawa pagi yang segar sepuas-puasku. Nyaman rasa badanku dan hilanglah lelah berjalan sahari suntuk kemarin.
Pada paragraf deskriptif di atas, gagasan yang dapat ditentukan berada di balik kalimat itu, yaitu gambaran fisik orang Gurka.
Paragraf adalah : satuan bahasa yang mengungkapkan sebuah gagasan
utama atau sebuah pokok pikiran.
Paragraf tersebut disebut juga alinea, perenggan, atau baris baru.
Contoh : Guru adalah orang yang terpelajar. Ia harus tahu lebih banyak daripada murid-muridnya. Namun, ia juga sadar bahwa ia tidak mengetahui semua perkara. Ia juga perlu sadar bahwa dirinya sebenarnya adalah pelajar. Guru merupakan teladan bagi murid-muridnya, tetapi ia juga melakukan kesalahan. Ia manusia biasa. Seharusnya objektif, tetapi hubungan hubungan guru dengan murid begitu dekat acapkali sukar untuk bersikap objektif.
Contoh paragraf di atas terdiri atas tujuh kalimat. Semua kalimat benar-benar berkaitan sehinga tidak satu pun kalimat terlepas dari pokok paragraf itu. Jadi, pokok paragraf itu adalah guru atau guru yang terpelajar.
II. Penempatan gagasan / pokok dalam paragraf
Penempatan gagasan utama berdasarkan letaknya : deduksi, induksi, deduksi-induksi, dan di seluruh paragraf.
A.Gagasan utama pada awal paragraf
Gagasan pada awal Paragraf ditempatkan pada kalimat pertama atau kalimat kedua dari sejumlah kalimat dalam paragraf.
Contoh : (1) Pembiayaan investasi khusus untuk sektor manufaktur nonmigas sebenarnya telah disediakan sejak tahun 1986, yaitu dalam bentuk program EDP ( Export Development Project). (2) Program EDP ini merupakan hasil kerja sama antarpemerintah Indonesia dan Bank Dunia. (3) Sesuai dengan Loan and Project Agreement yang telah ditandatangani program EDP hanya menyediakan dana berupa kredit investasi.(4) Adapun proyek yang dibiayai oleh EDP adalah proyek-proyek yang memproses bahan baku menjadi bahan setengah jadi, atau barang jadi untuk tujuan ekspor. (5) Produk yang dihasilkan minimal 65% untuk ekspor.
Contoh paragraf tersebut dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok pada kalimat utama. Susunan semacam itu bersifat deduktif, yaitu dari yang umum (permasalahan) kepada yang khusus (penjelasan-penjelasan).
B. Gagasan utama pada akhir paragraf
Artinya : gagasan terdapat pada kalimat terakhir (kalimat penutup) paragraf. Penanda kalimat penutup yang berisi gagasan utama itu biasanya dimulai dengan ungkapan penghubung oleh karena itu, jadi, dengan demikian, pendeknya dan sebagainya baru diikuti oleh pokok kalimat. Dengan demikian, paragraf seperti itu lebih
argumentatif karena lebih dahulu mengungkapkan data, fakta, kasus, dan menyusul suatu kesimpulan.
Contoh :
(1) Penelitian Tambo Minangkabau dari sudut sejarah, sebagaimana telah dikemukakan oleh ahli-ahli sejarah tersebut di atas, ternyata tidak cocok karena banyak roman-roman yang tidak terdapat dalam Tambo Minangkabau. (2) Hal ini lebih memungkinkan kita bahwa Tambo Minangkabau memang bukan karya sejarah. (3) Itulah sebabnya tidak tepat ukuran dalam sejarah diterapkan dalam Tambo Minangkabau atau karya lain yang sejenis dengan itu.
Gagasan utama paragraf di atas, terdapat pada kalimat ketiga (terakhir). Salah satu penanda yang dapat dilihat adalah Itulah sebabnya….. Jadi, paragraf ini bersifat induktif, dari yang khusus kepada yang umum.
C.gagasan utama pada awal dan akhir paragraf
Dalam paragraf ini gagasan dikemukakan pada awal paragraf lalu diuraikan atau dijelaskan oleh kalimat berikutnya dan kalimat penutup paragraf merupakan penegasan/pengulangan gagasan. Pengulangan gagasan dalam paragraf di bawah ini menunjukkan bahwa gagasan itu sangat penting sehingga perlu pengulangan.
Contoh :
Pemerintah tahu bahwa rakyat Indonesia sangat memerlukan rumah yang sehat dan kuat. (2) Departemen PUTL telah lama meyelidiki hal ini. (3) Dicarinya bahan rumah yang murah. (4) Agaknya, bahan perlit yang diperoleh batu-batuan gunung berapi sungguh menarik perhatian. (5) Bahan ini tahan api, tahan air, dan tahan suara. (6) Lagipula dapat dicetak menurut kehendak kita. (7) Inilah sebabnya pemerintah berusaha membangun ratusan murah, sehat, dan kuat untuk memenuhi keperluan rakyat.
D. Gagasan utama pada semua kalimat
Kalimat-kalimat dalam paragraf ini sama-sama penting atau sulit menentukan kalimat yang menunjukkan gagasan secara tersirat. Paragraf ini bersifat deskriptif atau naratif.
Contoh paragraf bersifat deskriptif:
Rata-rata potongan orang Gorka tidak tinggi tubuhnya gumpal dan batok kepalanya bundar. Matanya sekilas dengan tampang
Mongoloid yang tidak berbulu. Mereka suka tersenyum ramah dan malas-malasan membuka mulut disaat bicara, kalaupun berkata-kata suaranya lunak dan mirip orang membaca mantra. Mereka lebih suka memainkan kernyit dahi daripada menunjuk. Namun, dia akan menatap mata lawan bicaranya dengan tajam dan penuh curiga apabila ragu-ragu dan belum kenal betul.
Contoh Paragraf bersifat Naratif:
Pagi itu aku duduk di bangku yang panjang di dalam taman di belakang rumah. Matahari belum tinggi benar, baru sepenggalah. Sinar matahari pagi menghangatkan badanku. Di depanku bermekaran bunga beraneka warna. Angin pegunungan membelai wajahku, membawa harum bunga.
Kuhirup hawa pagi yang segar sepuas-puasku. Nyaman rasa badanku dan hilanglah lelah berjalan sahari suntuk kemarin.
Pada paragraf deskriptif di atas, gagasan yang dapat ditentukan berada di balik kalimat itu, yaitu gambaran fisik orang Gurka.
karangan
TEMA KARANGAN
Mencakup : 1. Topik yang baik
2. Judul
3. Tujuan
4. Tesis
5. Pernyataan maksud
Menurut arti kata tema berarti “ sesuatu yang telah diuraikan “, atau “ sesuatu yang telah ditempatkan “.
Kata ini berasal dari kata Yunani tithenai yang berarti ‘menempatkan‘ atau ‘meletakkan ‘.
Sedangkan kata topik juga berasal dari Yunani topik yang berarti tempat
Pengertian tema secara khusus dalam karang-mengarang dapat dilihat dari dua sudut :
a. Karangan yang sudah selesai;
b. Proses penyusunan sebuah karangan.
Dilihat dari sebuah karangan yang telah selesai.
Tema : Suatu amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya.
Pada waktu menyusun tema sebuah karangan ada dua unsur yang paling mendasar : topik dan tujuan.
Berdasarkan kenyataan ini, pengertian tema :
suatu perumusan dari topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi.
Mencakup : 1. Topik yang baik
2. Judul
3. Tujuan
4. Tesis
5. Pernyataan maksud
Menurut arti kata tema berarti “ sesuatu yang telah diuraikan “, atau “ sesuatu yang telah ditempatkan “.
Kata ini berasal dari kata Yunani tithenai yang berarti ‘menempatkan‘ atau ‘meletakkan ‘.
Sedangkan kata topik juga berasal dari Yunani topik yang berarti tempat
Pengertian tema secara khusus dalam karang-mengarang dapat dilihat dari dua sudut :
a. Karangan yang sudah selesai;
b. Proses penyusunan sebuah karangan.
Dilihat dari sebuah karangan yang telah selesai.
Tema : Suatu amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya.
Pada waktu menyusun tema sebuah karangan ada dua unsur yang paling mendasar : topik dan tujuan.
Berdasarkan kenyataan ini, pengertian tema :
suatu perumusan dari topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi.
Langganan:
Postingan (Atom)
