Selasa, 06 April 2010

Paragraf

PARAGRAF

 Paragraf adalah : satuan bahasa yang mengungkapkan sebuah gagasan
utama atau sebuah pokok pikiran.
Paragraf tersebut disebut juga alinea, perenggan, atau baris baru.
 Contoh : Guru adalah orang yang terpelajar. Ia harus tahu lebih banyak daripada murid-muridnya. Namun, ia juga sadar bahwa ia tidak mengetahui semua perkara. Ia juga perlu sadar bahwa dirinya sebenarnya adalah pelajar. Guru merupakan teladan bagi murid-muridnya, tetapi ia juga melakukan kesalahan. Ia manusia biasa. Seharusnya objektif, tetapi hubungan hubungan guru dengan murid begitu dekat acapkali sukar untuk bersikap objektif.
 Contoh paragraf di atas terdiri atas tujuh kalimat. Semua kalimat benar-benar berkaitan sehinga tidak satu pun kalimat terlepas dari pokok paragraf itu. Jadi, pokok paragraf itu adalah guru atau guru yang terpelajar.

II. Penempatan gagasan / pokok dalam paragraf
Penempatan gagasan utama berdasarkan letaknya : deduksi, induksi, deduksi-induksi, dan di seluruh paragraf.
A.Gagasan utama pada awal paragraf
Gagasan pada awal Paragraf ditempatkan pada kalimat pertama atau kalimat kedua dari sejumlah kalimat dalam paragraf.
 Contoh : (1) Pembiayaan investasi khusus untuk sektor manufaktur nonmigas sebenarnya telah disediakan sejak tahun 1986, yaitu dalam bentuk program EDP ( Export Development Project). (2) Program EDP ini merupakan hasil kerja sama antarpemerintah Indonesia dan Bank Dunia. (3) Sesuai dengan Loan and Project Agreement yang telah ditandatangani program EDP hanya menyediakan dana berupa kredit investasi.(4) Adapun proyek yang dibiayai oleh EDP adalah proyek-proyek yang memproses bahan baku menjadi bahan setengah jadi, atau barang jadi untuk tujuan ekspor. (5) Produk yang dihasilkan minimal 65% untuk ekspor.
Contoh paragraf tersebut dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok pada kalimat utama. Susunan semacam itu bersifat deduktif, yaitu dari yang umum (permasalahan) kepada yang khusus (penjelasan-penjelasan).

B. Gagasan utama pada akhir paragraf
Artinya : gagasan terdapat pada kalimat terakhir (kalimat penutup) paragraf. Penanda kalimat penutup yang berisi gagasan utama itu biasanya dimulai dengan ungkapan penghubung oleh karena itu, jadi, dengan demikian, pendeknya dan sebagainya baru diikuti oleh pokok kalimat. Dengan demikian, paragraf seperti itu lebih
argumentatif karena lebih dahulu mengungkapkan data, fakta, kasus, dan menyusul suatu kesimpulan.
Contoh :
(1) Penelitian Tambo Minangkabau dari sudut sejarah, sebagaimana telah dikemukakan oleh ahli-ahli sejarah tersebut di atas, ternyata tidak cocok karena banyak roman-roman yang tidak terdapat dalam Tambo Minangkabau. (2) Hal ini lebih memungkinkan kita bahwa Tambo Minangkabau memang bukan karya sejarah. (3) Itulah sebabnya tidak tepat ukuran dalam sejarah diterapkan dalam Tambo Minangkabau atau karya lain yang sejenis dengan itu.

Gagasan utama paragraf di atas, terdapat pada kalimat ketiga (terakhir). Salah satu penanda yang dapat dilihat adalah Itulah sebabnya….. Jadi, paragraf ini bersifat induktif, dari yang khusus kepada yang umum.

C.gagasan utama pada awal dan akhir paragraf
Dalam paragraf ini gagasan dikemukakan pada awal paragraf lalu diuraikan atau dijelaskan oleh kalimat berikutnya dan kalimat penutup paragraf merupakan penegasan/pengulangan gagasan. Pengulangan gagasan dalam paragraf di bawah ini menunjukkan bahwa gagasan itu sangat penting sehingga perlu pengulangan.
Contoh :
Pemerintah tahu bahwa rakyat Indonesia sangat memerlukan rumah yang sehat dan kuat. (2) Departemen PUTL telah lama meyelidiki hal ini. (3) Dicarinya bahan rumah yang murah. (4) Agaknya, bahan perlit yang diperoleh batu-batuan gunung berapi sungguh menarik perhatian. (5) Bahan ini tahan api, tahan air, dan tahan suara. (6) Lagipula dapat dicetak menurut kehendak kita. (7) Inilah sebabnya pemerintah berusaha membangun ratusan murah, sehat, dan kuat untuk memenuhi keperluan rakyat.

D. Gagasan utama pada semua kalimat
Kalimat-kalimat dalam paragraf ini sama-sama penting atau sulit menentukan kalimat yang menunjukkan gagasan secara tersirat. Paragraf ini bersifat deskriptif atau naratif.
Contoh paragraf bersifat deskriptif:
Rata-rata potongan orang Gorka tidak tinggi tubuhnya gumpal dan batok kepalanya bundar. Matanya sekilas dengan tampang
Mongoloid yang tidak berbulu. Mereka suka tersenyum ramah dan malas-malasan membuka mulut disaat bicara, kalaupun berkata-kata suaranya lunak dan mirip orang membaca mantra. Mereka lebih suka memainkan kernyit dahi daripada menunjuk. Namun, dia akan menatap mata lawan bicaranya dengan tajam dan penuh curiga apabila ragu-ragu dan belum kenal betul.



Contoh Paragraf bersifat Naratif:
Pagi itu aku duduk di bangku yang panjang di dalam taman di belakang rumah. Matahari belum tinggi benar, baru sepenggalah. Sinar matahari pagi menghangatkan badanku. Di depanku bermekaran bunga beraneka warna. Angin pegunungan membelai wajahku, membawa harum bunga.
Kuhirup hawa pagi yang segar sepuas-puasku. Nyaman rasa badanku dan hilanglah lelah berjalan sahari suntuk kemarin.

Pada paragraf deskriptif di atas, gagasan yang dapat ditentukan berada di balik kalimat itu, yaitu gambaran fisik orang Gurka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar